Life is too short

Aku tertegun mendengar berita ketika salah seorang temanku meninggal. Usianya begitu muda, ia baru saja mapan kerja, dan punya keluarga yang sangat membutuhkannya. Ia meninggal beberapa hari sebelum ramadhan, yang bagiku, tentu saja cukup menyakitkan. Mengingat biasanya, temanku itu satu dari sedikit anak muda yang mau menjadi bilal di musholla kecil kami. Ketika banyak anak muda lain yang saling mendorong dan menunjukkan keengganan, almarhum temanku biasanyaduduk di saf paling depan, membacakan shalawat serta beberapa pengumuman.

Tak ada yang tak menangis ketika pertama kali kami mengetahui kepergiannya secara mendadak. Tak kurang dari beberapa ibu-ibu yang menangis histeris, bapak-bapak yang tersedu, dan penyesalan muncul di wajah masing-masing orang. Keluarganya hanya mengangguk dengan suara serak dan mata sembab (mungkin karena terlalu banyak menangis), ketika orang-orang disekitarnya memeluk dan menyampaikan belasungkawanya.

Aku tidak bisa berpikir waktu itu, dan tarawih pertama membuatku amat sangat bersyukur bahwa aku mencapai Ramadhan tahun ini. Aku, kamu, kita semua tidak tahu apakah kita masih bisa berjumpa Ramadhan tahun depan. Bahkan kita tidak tahu, apakah umur kita sampai pada Idul Fitri nanti?. Air mataku meleleh kalau mengingat hal ini. Begitu cepat waktu berlalu, dan makin hari kita semakin menghitung mundur pada hari dimana kita harus mati. Saat berbicara dengannya minggu lalu, aku tak percaya umur temanku itu tinggal seminggu. Aku tak membayangkan bagaimana kehidupan seorang manusia di alam kubur nanti ketika terenggut nyawanya begitu cepat. Tanpa peringatan, tanpa persiapan. Bukankah amal shaleh yang pastinya menyelamatkan kita dari siksa kubur dan kehidupan di akherat nanti?

Benar yang dikatakan Al-Quran di surat Al- Ashr, bahwa manusia adalah orang-orangyang merugi, kecuali yang mau berbuat kebaikan.

Demi masa.

Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.




(QS. Al-Ashr 1-3)




Kita tidak tahu kapan kita akan mati, jadi alangkah baiknya jika kita hidup dengan penuh semangat untuk berbuat baik. Ketika hidup terasa begitu singkat, apakah kita selalu memikirkan ALLAH SWT, atau malah sibuk dengan urusan diri sendiri. Lalu apa yang kita katakan nanti, saat wajah kita tertengadah, mulut kita terkunci, di depan Pengadil Agung, yang akan meminta pertanggungjawaban terhadap segala hal yang kita lakukan di dunia ?

(dikutip dari www.lautanindonesia.com)

Tulisan Terkait



0 komentar:

Posting Komentar